Jakarta, 19 September 2026 — Universitas YARSI menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Konferensi Perpustakaan Sekolah Indonesia (KPSI) VI dan Kongres 2026 yang berlangsung selama tiga hari, pada 17–19 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ATPUSI, KPSI, dan Universitas YARSI serta diikuti lebih dari 80 peserta dari berbagai sekolah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Ruang Al Qudus, Lantai 12 Universitas YARSI, dengan menghadirkan akademisi, praktisi perpustakaan, pengelola perpustakaan sekolah, penulis, dan jurnalis sebagai narasumber.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Dewan Pembina ATPUSI, M. Ihsanudin, M.Hum., dan Ketua Umum PP ATPUSI, Rachmawati, S.Sos., M.P. Selanjutnya, Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M.(K), Subsp(I.I), memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi KPSI VI dan Kongres 2026.
Hadir sebagai keynote speaker, Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Direktur KPSTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), yang menyampaikan materi “Kebijakan Transformasi Perpustakaan Sekolah di Era AI dan Pembelajaran Mendalam.”
Kegiatan KPSI VI dan Kongres 2026 diketuai oleh Ario Adi Prakoso, S.Hum., M.A., dengan rangkaian agenda yang meliputi seminar, forum riset dan presentasi call for paper, presentasi praktik baik, workshop, serta Kongres ATPUSI.
Pada hari pertama, peserta mengikuti Plenary Session yang menghadirkan Dr. Ummi Azizah Rachmawati, Dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI, dengan materi “AI di Perpustakaan Sekolah: Praktik Nyata, Tantangan, dan Solusi Lapangan.”
Sesi berikutnya menghadirkan Mada Teresia, Kepala Perpustakaan Bustanil Arifin Al Izhar Pondok Labu, dengan materi “Merancang Perpustakaan Sekolah Masa Depan: Sinergi Literasi, AI, dan Pembelajaran Bermakna.”
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti berbagai sesi praktik baik dan penguatan kompetensi pustakawan. Kang Maman Suherman, penulis dan jurnalis senior, menyampaikan materi “Membaca, Memilah dan Memaknai: Peran Pustakawan Sekolah dalam Menghadapi Gelombang Artificial Intelligence.”
Sesi lainnya menghadirkan Jumala Gustini, Ario Adi Prakoso, S.Hum., M.A., Ari Nugraha, Ph.D., dan Hariyani Prasetyaningtyas dengan materi yang membahas transformasi perpustakaan sebagai ekosistem belajar, pemanfaatan teknologi dan AI, penulisan karya ilmiah, serta pengembangan personal branding dan karier pustakawan.
Pada hari ketiga, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan edukasi ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan SMAN 8 Jakarta.
Melalui pelaksanaan KPSI VI dan Kongres 2026, Universitas YARSI menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para pengelola perpustakaan sekolah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, praktik baik, dan membangun jejaring dalam menghadapi perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan pembelajaran. (rjb)
