
JAKARTA — Perpustakaan Universitas YARSI menorehkan prestasi di tingkat Provinsi DKI Jakarta. Melalui inovasi digital YESS (YARSI Educational Smart Systems).
Perpustakaan Universitas YARSI berhasil masuk dalam sembilan besar pada Lomba Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (1/7/2026) di Ruang Berkarya, Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat.
Kompetisi ini menjadi ajang bagi perguruan tinggi di DKI Jakarta untuk menampilkan berbagai inovasi layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi serta mampu meningkatkan kualitas layanan akademik. Pada penyelenggaraan tahun ini, sembilan perguruan tinggi yang berhasil lolos sebagai finalis adalah Universitas YARSI, Universitas Dian Nusantara, Institut Pariwisata Trisakti, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Universitas Mercu Buana, Universitas Kristen Indonesia, Politeknik STMI Jakarta, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Jakarta.
Delegasi Perpustakaan Universitas YARSI dipimpin oleh Indah Kurnianingsih, S.IP., M.P. selaku Kepala Perpustakaan, didampingi oleh Zuhri serta Radjab Malawat

Pada kesempatan tersebut, tim Perpustakaan Universitas YARSI mempresentasikan YESS (YARSI Educational Smart Systems), sebuah inovasi yang dirancang dan dikembangkan sendiri oleh perpustakaan Universitas YARSI. Sistem e-library interaktif berbasis web ini juga mendukung transformasi layanan perpustakaan digital di lingkungan perguruan tinggi. Sistem ini tidak hanya menyediakan layanan e-book secara daring, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan seperti notifikasi real-time kepada pengguna serta analitik penggunaan yang membantu perpustakaan dalam memahami kebutuhan informasi sivitas akademika secara lebih akurat.
Mengusung slogan “Menghubungkan Pengetahuan, Teknologi, dan Interaksi Akademik untuk Smart Campus,” YESS dikembangkan sebagai solusi yang menjawab tantangan transformasi digital di dunia pendidikan tinggi. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Bagi Universitas YARSI, YESS bukan sekadar platform penyedia buku elektronik. Sistem ini merupakan sebuah ekosistem literasi digital yang mengintegrasikan pengetahuan, teknologi, dan interaksi akademik dalam satu layanan terpadu. Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan berupaya memperkuat perannya sebagai pusat sumber belajar yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan menembus sembilan besar pada ajang inovasi tingkat Provinsi DKI Jakarta menjadi bukti komitmen Perpustakaan Universitas YARSI dalam menghadirkan layanan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi yang mampu meningkatkan kualitas literasi digital serta mendukung terwujudnya Smart Campus di Universitas YARSI. Melalui inovasi YESS, Perpustakaan Universitas YARSI menegaskan bahwa transformasi perpustakaan tidak hanya berfokus pada digitalisasi koleksi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pembelajaran yang cerdas, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika. (rjb)
